Tips Menghadapi Anjing (Stralaga 19 Part 2)

Aku pulang dari Stralaga 19 dengan hati tanang dan kesenangan luar biasa karena hari ini berhasil menaklukan muridku dengan game snake and ladder yang aku buat versi simple present dan present continues tenses. Aku melalui jalanan di sekitaran perumahan Dwikora dengan terus memohon keselamatan pada Alloh, seperti biasanya. Tapi, setelah keluar dari gang pertama dan memasuki gang kedua menuju jalan raya, aku melihat lima ekor hewan berkumpul seperti duduk santai di halaman sebuah rumah. Aku sungguh kaget, yang ini tidak pernah terjadi di malam-malam sebelumnya. Hewan-hewan itu besar-besar sekali. Biasa orang-orang menyebutnya anjing.

Dengan ketenangan yang dipaksakan, aku melalui kerumunan anjing itu. Tapi aku sengaja berjalan di sebrangnya. Sambil memenuhi hati dengan permohonan keselamatan dan agar para hewan itu tidak memerhatikanku.

Tapi gawat! Dua ekor anjing bangkit dari duduk, lalu menyebrang. Perasaanku mulai tak enak. Lalu aku menengok ke belakang. Dua ekor anjing itu ternyata mengikutiku. Ya Robb… ujian apa ini??? Engkau maha tahu aku takut sekali dengan jenis hewan ini… aku semakin takut.
Lantas aku putuskan untuk menyebrang saja. Meskipun aku sadar di arah belakangku juga ada tiga ekor anjing yang lain. Aku berhenti di depan sebuah rumah. Ketakutanku rasanya sudah memuncak. Daerah itu sepi sekali. Aku khawatir jika para anjing ternyata jahat dan melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan (simpulkan sendiri). Lalu, dengan berpikir cepat aku memutuskan tindakan-tindakan selanjutnya.
Yang pertama, aku tentu terus menyebut nama Alloh, meminta perlindungan. Lalu aku sertai dengan menyebut “Summum bukmun umyung fahum la yarjiun… .” Aku pernah mendengar temanku bercerita bahwa kalimat ini manjur diucapkan ketika menemui hewan buas. Yah, aku yakin saja karena kalimat berbahasa Arab itu ada di Al-Qur’an. Aku juga tahu artinya dari terjemahan yang ada di Al-Qur’an. Yang jelas, tujuanku adalah memohon perlindungan-Nya.
Yang kedua, aku berdiri di depan sebuah rumah dan diam. Ada mitos yang sudah akrab di telingaku sejak aku kecil dulu. “Kalo ketemu anjing itu jangan lari. Kalo kamu lari nanti anjingnya ngejar kamu.” Nah… jadi aku diam berhenti di sana. Tapi, jujur, aku juga khawatir para njing akan menyerbuku karena aku diam dan tampak tidak berdaya. Duh… serba salah deh pokoknya. Tapi aku yakin juga lah. Siapa tahu mitos itu lahir dari pengalaman nyata orang-orang zaman dulu.
Yang ketiga nih, ide gaul dari anak zaman sekarang, dari sahabat baikku yang biasa aku pangguil Pia. Dia juga takut sama anjing. Setiap ketemu anjing dia menyibukkan diri dengan memainkan handphone. Nah, katanya sih trik ini manjur banget. Makanya deh aku memutuskan untuk melakukannya juga. Sambil memainkan HP, sesekali aku melirik dua kelompok anjing di belakangku dan di sebrangku. Mereka juga diam dan mengedarkan pandangan padaku dan mungkin juga daerah sekitarku. Bertambah saja rasa takut ini. Pikiran pun semakin kacau binti bingung mau sampe kapan ada di tempat itu. Ya sudah, dengan melafadzkan basamalah aku mulai melangkahkan kaki meneruskan perjalanan. Aku tak memerhatikan apakah para anjing itu mangikutiku atau tidak. Aku tak henti memohon pertolongan dan berusaha keras menjaga prasangka baik dalam benakku.
Sampai aku harus belok ke kiri melewati gang ketiga (terakhir) menuju jalan raya. Aku berhenti sejenak dan menengok ke arah anjing-anjing tadi. Mereka telah lenyap ditelan gelap. Aku kembali berjalan dengan membawa sisa degup jantung yang cepat dan pikiran yang tegang.
Alhamdulillah, aku selamat dari para anjing itu. Atau, lebih tepatnya, aku telah selamat dari ketakutanku sendiri. Trik-trik yang selama ini hanya aku dengar dari orang lain untuk menghadapi anjing, sekarang sudah benar-benar aku nyatakan manjur.
Wallohu a’lam bishowab.

About these ads

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on February 19, 2012, in My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: