Mendengar KAMMI (….Duh, “AKSI” nih….)

Awalnya sungguh enggan menerima keberadaan nama organisasi extra kampus ini, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Kenapa harus menyandingkan kata “AKSI” (yang membawa pikir pada tindakan pembakaran ban, kericuhan, dan anarki) dengan kata “ISLAM” (Diin yang penuh keindahan, perdamaian, dan kecerdasan)?! Tak rela.
Saya dengan tegas MENENTANG AKSI. Ya, sekali lagi saya MENENTANG. Karena aksi seperti yang terjadi akhir-akhir ini, yang modusnya menyelamatkan rakyat dari masalah justru menimbulkan masalah baru akibat para pelaku aksi yang tidak mampu mangendalikan emosi. Lagi-lagi saya MENANTANG AKSI, dan langsung berpikiran negatif ketika mendapat ajakan bergabung dengan KAMMI.
               “Zaman sekarang kok masih aksi. Yang kerenan dikitlah. Lewat tulisan atau apalah. Yang nggak cuma mengkritik tapi juga menawarkan solusi.” Begitu pikir saya saat itu, mengidentikan aksi dengan mahasiswa yang turun ke jalan, berkoar mengkritik kebijakan dengan tidak bijak, atau meminta pemerintah membijakkan kebijakan. Tapi, sadarkah? Sebenarnya tulisan itu pun adalah bagian dari aksi.
               Berdasarkan www.artikata.com, aksi berarti 1. gerakan: — pengumpulan dana2 n tindakan: — pem-balasan3 n sikap (gerak-gerak, tingkah laku) yg dibuat-buat: ia berjalan mondar-mandir dng — nya; 4 a cak elok sekali (tt pakaian, tingkah laku, dsb): dasinya — benar;
 militer tindakan militer thd suatu negara; serbuan (serangan) yg menggunakan kekuatan militer; — polisional 1 aksi militer setempat yg dilakukan oleh tentara pemerintah tanpa pernyataan perang yg resmi thd orang yg dianggap melanggar keamanan dan ketertiban internasional; 2 gerakan yg bermaksud memulihkan keamanan (istilah yg digunakan Belanda ketika memerangi Indonesia untuk mendapatkan kembali jajahannya);. Dengan demikian, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa sebenarnya adalah tindakan dan atau gerakan yang bertujuan untuk memprotes dan memperjuangkan keselamatan dan hak rakyat atau siapa pun itu yang berada dalam pihak teraniaya atas kebijakan pemerintah, atau atas isu yang sedang berkembang.
               Saat ini, ketika mendengar kata aksi, akan hadir dalam benak sebagian banyak orang tentang “mahasiswa”, “menentang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat”, dan “tindakan kekerasan/anarki”. Jika dibandingkan dengan pengertian aksi sebenarnya, kosakata ini telah mengalami peyorasi. Hal tersebut tampak disebabkan oleh para pelaku aksi itu sendiri yang dewasa ini melakukan tindakan-tindakan bertanda petik terahir di atas.  Tak ayal, jika kemudian tindakan tersebutlah yang identik dengan definisi aksi.
               Aksi, sebenarnya bukan hanya berarti demo turun ke jalanan ataupu DPR MPR. Bukan juga melempari gedung dengan batu-batu (ala burung ababil) hahaha tapi salah jalan. Aksi, bentuk kepedulian mahasiswa, generasi muda, pengganti pemimpin bangsa, adalah komponen penting yang harus ada dalam upaya menciptakan kemajuan dan perubahan bangsa menjadi lebih baik dalam segala aspek. Aksi dapat dilakukan baik melalui tulisan maupun tindakan nyata seperti menanam pohon untuk mengurangi dampak pemanasan global, mendirikan sekolah gratis bagi anak jalanan dan menjadi pendidiknya secara sukarela untuk merentas kebodohan, dll. Hal ini ternyata bisa ditemukan di KAMMI, yang aksinya cerdas tanpa anarki. Kata AKSI dalam bagian namanya bukan sekedar aksi yang bermakna setelah mendapat peyorasi. KAMMI menjadi fasilitas pemuda Islam untuk berkontribusi terhadap bangsa dan Negara. InsyaAllah. Wallohoa’lam Bishowab.

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on March 6, 2011, in Experience, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: