Udara Dingin Menyebabkan Kantuk Masal

Pengalaman pribadi sih, tapi cukup membuatku penasaran lantasan dialami juga oleh beberapa teman yang lain. Kasus ini memang bukan kasus kriminal, pembunuhan, apa lagi korupsi. Hehe… Hanya sekedar “kedinginan masal” di kampus.
 
Ceritanya kami baru saja pindah di gedung kampus yang baru. Suhu AC begitu rendah hingga semua orang kedinginan. Parahnya, di gedung ini aku lebih sering merasa ngantuk di kelas. Demikian juga teman-teman yang lain. Banyak sekali yang bahkan tertidur di kelas sejak pindah di kampus baru.
Kemudian timbul asumsi bahwa penyebab mengantuk masal ini adalah kedinginan. Aku mencoba mencari sumber mengapa udara dingin menyebabkan kantuk. Tak banyak sumber yang menjelaskan penyebab kedinginan meyebabkan kantuk, memang, tapi beberapa artikel menjelaskan bahwa saat seseorang kedinginan, dia akan berpotensi terserang “hipotermia”, dengan gejalanya antara lain menggigil, kelelahan, kebingungan, meraba-raba atau gerakan tidak terkoordinasi, kehilangan memori, bicara cadel dan kantuk. Penyakit ini juga bisa menyebabkan pembengkakan di seluruh tubuh, menghilangnya reflek tubuh, koma, hingga menghilangnya reaksi pupil mata.
 
Nah, apakah hipotermia itu?
Hipotermia adalah kondisi ketika mekanisme tubuh kesuliatan mengatasi suhu dingin. Atau dengan kata lain bahwa suhu di dalam tubuh di bawah 350C dari yang seharusnya berkisar pada 36,5-37,50C. Di luar kisaran tersebut, respon tubuh akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan menyebabkan kehilangan panas dalam tubuh. Kedinginan yang terlalu lama berpotensi menyebabkan pembekuan tubuh, pembuluh darah mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari, dan kaki.
Ngeri juga dengar nama jenis penyakit dan dampaknya. Tapi, apa benar ngantuk masal ini disebabkan oleh hipotermia dengan salah satu gejalanya “mengantuk saat kedinginan”? Hipotermia juga ada tingkatannya, kalau pun iya, kita terkena hipotermia, kemungkinan masih dalam tingkatan yang rendah.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Well, tindakan pertama adalah meminta pihak kampus untuk menaikkan suhu karena kita tidak berhak untuk mengubah-ubah suhu AC. Atau, jika tindakan pertama pun tidak bisa, misalnya karena hal itu di luar kendali kampus, maka sebisa mungkin kita harus mengkondisikan diri agar tidak kedinginan, misalnya dengan memakai pakaian tertutup, jaket, dan bahkan bisa juga meminum air hangat.
Masih banyak hal yang belum tercover dalam pembahasan ini, mengenai hipotermia atau juga dampak negatif kedinginan yang terlalu lama. Semoga kita dapat terjaga dalam nikmat sehat yang akan semakin membuat kita bersyukur.
Refrensi:
Pictures:

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on June 23, 2011, in Creative, non-fiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: