Percaya dan Mempercayai

Kata “percaya” ini menurutku adalah satu diantara beberapa magic word seperti “maaf” dan “terima kasih”. Bagimana tidak, sadar tak sadar, langsung tak langsung, kata ini bisa memengaruhi sikap dan tindak seseorang.  Khususnya diriku, dan mungkin beberapa orang di antara Anda juga merasakannya.
Sulit. Kadang sulit sekali untuk percaya pada orang (dan emang juga kita nggak boleh gampang percaya sama orang gitu aja, biar gak kena tipu… *Loh loh… hehe). Tapi, simple aja, ambil realita dalam organisasi, ada begitu banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Ketika kita tidak bisa percaya pada orang lain, maka kita akan cenderung untuk  mengerjakan semuanya sendiri. Hey.., wait… so, what’s organization’s function?
Hmmmm… padahal, asal kita tau, dengan mempercayakan beberapa pekerjaan (pada orang yang emang bisa dipercaya), kita bakal dapat minimal 2 hikmah. Yang pertama, kerjaan kita jadi terasa lebih ringan dan yang kedua kita akan membuat orang lain merasa senang.
Loh, kok bisa ya?
Iya, seseorang akan merasa senang ketika ia dipercaya. Self esteemnya juga akan naik. Dan sebaliknya, dia akan cenderung down ketika orang yang seharusnya mempercayainya justru tidak percayalagi dan mempercayakan kerjaan pada orang lain.
Ups… emang sih, kadang mempercayakan kerjaan ke orang lain juga bisa bikin pusing kalau orang tsb gak bagus kerjanya alias gak bisa dipercaya. Kalau ini terjadi sekali dua kali, ga paplah, dibimbing dulu. Tapi kalo udah kelewatan, ya perlu diadili, hehe. Pastikan kita percaya pada orang yang amanah, dapat dipercaya.
Tapi, jangan asal juga menyalahkan orang itu kalau kasusnya dia jadi nggak percaya sama kita. Mungkin emang kerjaan kita kurang bagus, kita sering ngelakuin kesalahan, dll. Refleksi dan terus perbaiki diri. Karena kepercayaan itu really deals with heart, ga cukup pake otak dan uang.
Terbaca agak ribet, mungkin, tapi, memang begitulah adanya. Pengalaman pribadi sih. Tapi ini benar-benar membuatku berkaca, berefleksi, dan belajar untuk benar-benar menjadi baik dalam aplikasi percaya dan dipercaya.

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on September 26, 2011, in Creative, Experience, My World, non-fiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: