Bisik Rindu (bukan puisi)

…. Ibu, aku tak paling sempurna dalam berbakti padamu,
tapi jiwaku teramat luar biasa mencintaimu.
Ibu, aku selalu teringat pengorbananmu untukku,
ya, motivasiku.

Ibu… malam itu suaramu begitu jelas melintas dalam ruang dengarku.
Tapi aku sadar, bu,
jarak kita tak cukup dekat untuk menangkap suara sejelas itu ,
tanpa media, tanpa perantara.
ibu, mungkinkah ini bisik rindumu padaku?
ataukah bayang cintaku yang selalu ingin bersamamu?

Ibu… nantikan aku kembali padamu, dengan membawa sepaket impian itu,
impian yang telah terwujud, bu ….

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on October 4, 2011, in Creative, Fiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: