BEDAH BUKU SMILY: MENCEGAH TERORISME BERSAMA GURUNYA PARA TERORIS

SMILY (SSE Muslim Family) pada 10 Desember 2011 lalu menggelar acara bedah buku “Kutemukan Makna Jihad” yang merupakan sebuah novel grafis masterpiece tim Lazuardi Birru. Kegiatan yang bertema “Dengan SMILY, Meniti Makna Jihad yang Hakiki” ini menghadirkan tokoh-tokoh penting yang terkait dengan novel grafis tersebut, yaitu Bapak Nasir Abas, Bapak Iwan Setiawan, dan Mas Shaffiq.

Bedah Buku “Kutemukan Makna Jihad” merupakan satu dari beberapa program kerja SMILY untuk memberi wawasan tentang apa makna jihad yang sebenarnya. Esensi kegiatan tersebut dipandang penting karena dewasa ini makna jihad banyak diselewengkan menjadi sebuah aksi kekerasan dan identik dengan peledakan bom yang hanya dilakukan oleh muslim radikal. Penyelewengan ini jelas mencoreng reputasi umat Islam, khususnya yang cinta akan kedamaian dan perdamaian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindakan preventif agar para pemuda muslim tidak mudah terpengaruh dalam prekrutan organisasi rahasia dengan misi terorisme, mengingat banyak anak muda yang menjadi korbannya.

Sebuah novel grafis berjudul “Kutemukan Makna Jihad” dirasa menjadi pilihan yang tepat. Hal ini adalah karena bahasan didalamnya menjawab bagaimana proses terorisme, khususnya peledakan bom yang mengatasnamakan jihad di jalan Islam, lengkap dengan penjelasan mengenai apa makna jihad yang sebenarnya dan bagaimana cara membentengi diri agar tidak terekrut dalam jaringan gelap terorisme.

Bapak Nasir Abas mendapat kesempatan pertama untuk memulai pembahasan. Beliau adalah seorang tokoh kontroversial, mantan pengurus Jamaah Islamiyah (JI), mantan ketua Mantiqi 3, dan kini menjadi aktivis pemberantas terorisme. Dalam acara ini beliau menjelaskan tentang awal mula keterlibatan beliau dalam JI, mulai dari keinginan beliau untuk mendalami pengetahuan Islam di sebuah sekolah, hingga panggilan jiwa untuk ikut berjihad dalam perang Afganistan. Selama tiga tahun, beliau sekolah di sebuah Akademi Militer Mujahidin Afganistan. Setelah itu beliau sering ditunjuk menjadi pelatih dan kemudian menjadi pendidik. Nurdin M. Top, Hambali, Imam Samudra, dan beberapa tokoh pelaku terorisme lainnya adalah muridnya. Selain mendidik, beliau juga membuat sebuah buku panduan persenjataan sebagai kurikulum Akademi Militer Mujahidin Afganistan. Semua ini, menurut pemikiran Nasir Abas, adalah untuk kepentingan jihad, membantu saudara muslim dalam perang Afganistan yang tertindas. Akan tetapi, dalam perjalannanya, setelah beliau berada di Indonesia sebagai ketua Mantiqi 3, indikasi penyalahguanaan ilmu tersebut mulai terjadi. Bom demi bom diledakkan dengan mengatasnakamakan jihad, berjuang menegakkan Islam. Nasir Abas tidak setuju dengan tindakan ini. Beliau melakukan komunikasi dan mengingatkan pada para pelaku yang tidak lain adalah murid dan teman-teman dalam JI bahwa tindakan tersebut salah. Akan tetapi tidak mendapat respon positif.

Beliau kemudian menemukan hasil analisis bahwa hal ini terjadi akibat pemahaman spasial mengenai ayat dan hadis tenatang jihad. Dan beliau menegaskan bahwa penumpasan JI dan sejenisnya serta penangkapan pelaku bukanlah penyelesaian masalah utama, karena hal ini adalah tentang ideology yang tertanam. Maka pengubahan dan pelurusan ideology jugalah yang seharusnya diupayakan.

Bapak Iwan Setiawan adalah seorang korban peledakan bom kuningan yang harus kehilanagn bola mata kanannya berikut istri tercintanya. Dalam kesempatan ini, beliau menceritakan kronologi petaka yang menimpanya. Di hari naas itu ia sedang melintas jalan Rasuna Said hendak mengantar istrinya memeriksakan kandungan istrinya. Ia terbata melepas alur demi alur kisah nyata dalam hidupnya itu akibat tak kuat menahan tangis. Peserta kegiatan pun tampak berkaca-kaca merasa simpati dengan penuturan kisah tragis Pak Iwan.

Mas Shaffiq, seorang jurnalis Lazuardi Birru mengatakan bahwa Jihad harus tetap dikobarkan karena merupakan sebuah kewajiban, tapi terorisme harus dilenyapkan. Sebab jihad yang dilaksanakan para terorisme tidak mengikuti etika jihad yang ditetapkan dalam Islam. Jihad mereka hanya menimbulkan janda-janda baru, duda-duda baru, dan anak yatim piatu baru.
Peserta dalam kegiatan ini begitu antusias. Banyak pertanyaan hendak diberikan meskipun tidak semua terpenuhi karena waktu yang sangat terbatas.

Ada kejadian menggelitik dalam sesi tanya jawab, ketika seorang peserta bernama Ibrahim yang berasal dari Timor Leste maju memberikan pertanyaan. Dia mengawali kalimatnya dengan mengatakan, “Teman-teman, apakah teman-teman percaya kalau saat ini saya kesini membawa bom?”. Semua peserta termasuk para pembicara tertawa riuh. Melihat penampilannya dengan celana gantung serta jenggot yang tebal dan panjang, orang secara umum pasti akan sejujurnya menjawab percaya.

Hal tersebutlah yang kemudian menjadi bahasan tambahan dari Bapak Nasir Abas bahwa teroris tidak bisa diidentifikasi dengan pakaian dan penampilan fisik. “Justru saya memakai celana jeans sejak saya masih di pendidikan dulu. Saya mewajibkan murid-murid saya membawa jeans ketika akan pergi ke Filipina.” Tutur Nasir Abas memberi penggambaran pengalamannya. Banyak teroris justru mengenakan pakaian yang modis.

Satu penegasan terakhir Nasir Abas dalam kegiatan ini adalah bahwa perekrutan pemuda dalam jaringan gelap terorisme dapat dicegah dengan bersikap kritis dan memperbayak sharing.

Pembahasan hari itu secara lengkap terangkum dalam novel grafis berjudul “Kutemukan Makna Jihad” yang dijual bebas di toko-toku buku terdekat, atau langsung mengunjungi lazuardibirru.org, dan atau berkomunikasi langsung via email ke alamat smily.club@sampoernaeducation.net.

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on December 11, 2011, in Creative, News. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Sementara itu paparan tentang makna dari temuan penelitian umumnya dikemukakan di bagian Diskusi atau Pembahasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: