TransJakarta: Antara Solusi dan Penyebab Global Warming

TransJakarta adalah sebuah prodak kebijakan pemerintah sebagai upaya pencegahan global warming. Jenis kendaraan ini dikenal ramah lingkungan lantaran menggunakan bahan bakar gas. Terlepas dari segala sisi negatif TransJakarta seperti antrean yang panjang kurang teratur dan kedatangan bus yang tidak pasti, TransJakarta adalah sebuah solusi yang kontradiktif.

Setiap kali membeli tiket TransJakarta, kita akan mendapatkan selembar kertas dengan dua bagian gambar yang sama. Kertas tersebut kemudian akan dirobek dengan rapi menjadi dua bagian, satu untuk petugas TransJakarta, dan yang satu lagi untuk pembeli tiket atau penumpang. Setelah itu sang penumpang akan memasuki shulter dan menunggu bus TransJakarta.

Dalam perjalanannya memasuki shulter, biasanya sang penumpang akan membuang tiketnya pada kotak sampah yang tersedia. Tiket-tiket tersebut juga bertebaran di sekitar kotak sampah seperti kertas-kertas tak berharga.

Saya menemukan sebuah kejanggalan di sini. TransJakarta disebut sebagai solusi untuk mencegah global warming, akan tetapi peristiwa pembuangan kertas tiket itu adalah salah satu tindakan boros kertas. Bukankah media selama ini menggembor-gemborkan untuk berhemat dalam menggunakan kertas? Sebab kertas berasal dari pohon, dan pohon adalah sumber gas bermanfaat yang dapat mengurangi pemanasan global (global warming) dan perusakan lapisan ozon. Hal ini membentuk kesan ambigu mengenai TransJakarta, antara solusi dan penyebab global warming.

Sebaiknya, penumpang TransJakarta mendapat satu tiket saja dan kemudian diserahkan kepada petugas. Namun, sebelumnya harus melalui sebuah mesin pendata yang mampu membantu meminimalisir penyelewengan tiket. Dengan demikian, tidak akan ada lagi penumpang yang harus membuang-buang tiket seperti  realita saat ini.

Jika solusi tersebut terkesan terlalu imajinatif, maka isu boros kertas di atas dapat diatasi dengan solusi lain. Tidak apa-apa menggunakan metode tiket seperti yang sekarang ada, namun, pastikan bahwa kertas-kertas tiket yang dibawa oleh penumpang terkumpul dalam satu wadah yang aman untuk kemudian didaur ulang. Bisa dijadikan kertas lagi sebagai tiket, atau barang-barang daur ulang lainnya.

Apakah solusi yang kedua sudah dilakukan? Jika sudah, berarti tak perlu ada kekhawatiran lagi akan solusi mencegah global warming yang ternyata menyumbang penyebab global warming dengan cara yang lain. Jika belum, inilah ladang bagi para aktivis lingkungan, petugas TransJakarta, dan Pemerintah untuk melakukan aksi lanjutan pencegahan global warming.

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on December 22, 2011, in Creative, non-fiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: