Ketika Kalimatmu diikuti (Risiko Curhat Online)

Sekarang zaman digital, jaman online. Dari bisnis online, belanja online, sampai curhat online pun ada. Ya, yuk ngebahas yang terakhir saya sebutin, “Curhat Online.” Gaul banget dah orang jaman sekarang, curhat aja sampe tingkat internasional. Maksudnya?
Curhat online yang saya maksud adalah kecenderungan orang jaman sekarang yang banyak mencurahkan isi hatinya melalui media social networking macam facebook, twitter, blog, dll. Media social networking ini adalah media-media online yang artinya memiliki potensi besar untuk tersebar ke seluruh penjuru dunia (internasional). Nah, hebat kan orang jaman sekarang? Lagi patah hati, seneng, kecewa, sedih, lagi pergi jalan-jalan, lagi kumpul sama teman, lagi semangat, dan apa aja lah sering dicurhatin secara online. Kadang, yang dishare/dicurhatin bukan Cuma yang galau-galau sih. Yang bersifat motivasi dan nasehat juga ada.
Nah, saya mengalami Sesutu berhubungan dengan itu nih. Ketika curhatan saya di salah satu media social diikuti orang lain. Ups… sungguh, bukan judgement loh.😀
Begini ceritanya,….
Suatu hari saya melihat profil social media salah satu teman. Rasanya kata-kata yang dia tulis saya kenal. Ingat benar, kata-kata itu pernah lahir dari rahim pemikiran pena dan jiwa saya. Kata-katanya sama persisis. Apakah boleh saya mengatakan teman itu memplagiat tulisan saya? Saya sendiri pun tidak pernah mematentan tulisan yang tak lebih dari dua baris itu. Dan ini memang sudah risiko curhat online, bisa dilihat oleh semua orang, bisa ditiru sama semua orang juga. Pernah juga membaca tulisan opini orang yang mengatakan bahwa kemajuan internet memang menimbulkan potensi dan kemudahan plagiasi yang luar biasa.
Bukan ingin dipuji, bukan ingin dihargai. Tapi, entah kenapa, ada rasa nggak nyaman yang terus bercokol dalam diri ini ketika melihat tulisanku ditiru tanpa mengutip, tanpa disebutkan siapa sebenarnya pencetus kalimat itu. Hmmmm…. Jadi belajar dari sini, ketika merasa tidak senang jika diperlakukan seperti ini, berarti, jangan coba-coba melakukan hal tersebut pada orang lain. Jangan coba-coba menggunakan kata-kata orang lain (dengan persisis) tanpa menyebutkan siapa pembuatnya, siapa pencetusnya.
Tapi, sisi baik hati saya juga turut mengkontribusikan sebuah pemikiran. Alloh SWT itu maha sempurna. Bukan tidak mungkin Alloh memberikan inspirasi pada orang lain untuk melahirkan kata-kata yang sama. Ya, berpikiran positif saja lah,… .
Yang jelas, ada dua hal yang ingin saya katakan:
1. Jangan meng-copy paste kata-kata orang lain tanpa kutipan (quote) atau menyebutkan nama yang menulis (awalnya).
2. Terus berprasangka baik, tapi bukan berarti tidak kritis. Memahami risiko curhat online atau penggunaan media online. Kalu ada yang meniru, anggap saja kita sudah menginspirasi mereka, hehehe.
Ya, yang saya tulis ini juga salah satu bentuk curhat online. Semoga ada hikmah yang bisa diambil deh. 

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on February 19, 2012, in anything, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: