Bendera di Tangan Pemuda, Sehari setelah Merdeka

HUT RI pada tahun 2012 nyaris bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1433 H. Hal ini menciptakan nuansa kemenangan yang lebih atas perjuangan melawan hawa nafsu selama Ramadhan dan sekaligus mengenang perjuangan para bunga bangsa yang telah merebut kemerdekaan bagi Indonesia.

Tak ayal, suasana malam takbir pun lebih gegap gempita, khususnya di kawasan Metro dan Lampung Tengah. Ratusan pemuda berlalu lalang di jalan utama Metro-Kotagajah dengan berkendaraan sepeda motor, mini bus, hingga truk berkeliling dan bertakbir. Kali ini, pasukan takbir yang kebanyakan adalah pemuda tak hanya dilengkapi dengan bedug, akan tetapi juga bendera. Mungkin, inilah bentuk salah satu kepedulian pemuda terhadap hari ulang tahun bangsanya.

Lebar Jalan Metro-Kotagajah memang tergolong sempit sebagai jalan raya dua arah. Jumlah kendaraan yang meningkat pada malam takbir ini pun kian memadatkan ruas jalan. Segerombolan pemuda yang membawa bendera merah putih yang dikaitkan pada bambu sebagai tiangnya sempat nyaris bentrok dan beradu fisik lantaran berebut jalan. Beruntung, hal tersebut dapat dicegah oleh warga setempat yang turun ke jalan untuk melerai pertikaian mereka.

Kepada warga, seorang supir truk yang bukan merupakan pasukan takbir berkata agar mencopot saja bendera dan umbul-umbul yang dipasang di depan rumah mereka agar tidak dicuri oleh pasukan takbir tak bertanggung jawab. Ternyata, bendera yang lengkap dengan tiang bambu yang mereka bawa untuk berkeliling mengatasnamakan takbiran itu adalah hasil curian.

Hal ini cukup mengagetkan dan mengecewakan. Sebulan sudah perjuangan melawan hawa nafsu dilakukan, tapi justru diakhiri dengan mencuri bendera untuk peramai takbiran. Semangat membawa bendera para pemuda itu tampaknya bukan sama sekali karena semangat nasionalis kebangsaan, melainkan sekadar memenuhi gejolak muda yang tak terkendali.

Tragis. Jika zaman dahulu banyak pemuda mati tertembak oleh musuh (penjajah) karena berjuang mengibarkan bendera merah putih, meraih kemerdekaan, zaman sekarang justru banyak para pemuda yang membawa bendera dengan bebas untuk berkelahi dengan saudaranya sendiri. Bahkan, mereka menodai dua kemenangan dalam malam Idul Fitri dan sehari setelah HUT RI.

Picture:

http://konveksidanpercetakan.files.wordpress.com/2010/04/bendera-merah-putih2.jpg

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on August 30, 2012, in Creative, non-fiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: