Monthly Archives: May 2013

Ruqayah Binti Muhammad SAW

Ruqayah adalah salah satu putri Nabi Muhammad SAW yang lahir dari Rahim Khadijah. Ruqayah beraudara dekat dengan Ummu Kaltsum. Ketika itu, Ruqayah menikah dengan Utbah dn Ummu Kaltsum menikah dengan saudara Utbah yang bernama Utaibah. Utbah dan Utaibah adalah anak dari Abu Lahab.

Sebenarnya Khadijah sangat tidak menyukai pernikahan tersebut lantaran telah mengetahui istri Abu Lahab, Ummu Jamil, memiliki perangai yang tidak baik. Khadijah khawatir anak permpuannya akan terpengaruh oleh sifat buruk mertua mereka. Apalagi, setelah wahyu kenabian tuun kepada Muhammad SAW., Abu Lahab dan istrinyalah yang paling membenci Muhammad. Mereka menghasut orang-orang Quraisy agar membenci Rasulallah. Bahkan, karena kesombongan Abu Lahab, Allah menegurnya dalam Al-Quran surat Al-Lahab. Abu Lahab semakin murka dan memaksa kedua anak laki-lakinya menceraikan Ummu Kaltsum dan Ruqayah. Lantas, tanpa alasan yang past pun perceraian terjadi.

Ruqayah kemudian menikah dengan Ustman Bin Affan. Ia sangat bahagia karena Ustman adalah sosok muslim yang sangat baik hati, beriman teguh, tampan, dermawan, dan kaya raya. Namun, setelah pernikahan itu, kaum Quraisy semakin kejam menindas para muslim. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan mereka, “Pergilah ke negeri Habasyah karena di sana ada seorang raja yang terkenal baik budinya, tidak suka menganiaya siapa pun, di sanalah bumi yang melindungi kebenaran. Pergilah kesana sehingga Allah akan membebaskan kalian dari penderitaan ini.” Read the rest of this entry

Advertisements

Para Pendaki Malam (Part 2)

Kelanjutan dari Para Pendaki Malam (Part 1)

 …… Sekitar jam enam sore, kami tiba di Desa Tugu. Di bahu kiri jalan ada sebuah klinik yang disampingnya terdapat sebuah gang cukup lebar. Menurut instruksi panitia, gang itu yang harus kami susuri.

Hari mulai gelap. Kami pun mulai berjalan menuju lokasi kegiatan di Vila Mang Ade, Cikoneng. Menakhlukkan ketakutan akan gelap, mempercayakan segalanya pada Allah demi segera bertemu dengan para kakak-kakak hebat yang pasti penuh semangat luar biasa. Dan, inilah perjalanan kami yang sebenarnya, para pendaki malam. …..

*******

                Dengan penuh semangat, kami bertiga membuat langkah-langkah tegas menyusuri jalanan di Desa Tugu yang sepi, seperti tanpa kehidupan sama sekali. Selain para abang ojek di gerbang  desa, hanya rumah-rumah dengan pintu tertutup rapat yang dapat kami lihat di kanan dan kiri jalan.

Tekstur jalanan di desa ini tidak rata, semakin menanjak seperti khasnya daerah pegunungan yang lain. Semakin naik, pemandangan alam yang mulai tertutup gelap semakin tampak elegan. Satu dua orang, yang mungkin baru pulang dari lading atau mencari pakan hewan ternak, mulai kami lihat ada di jalan. Sempat dua atau tiga orang berwajah Arab menyapa kami dengan melontarkan salam.

Dingin yang tajam mulai menusuk kulit. Ah, tanpa disuruh, pikiranku pun teringat pada jaket yang tertinggal di kamar. Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur jauh dan tinggal bisa berharap semoga tidak masuk angin sajalah, haha.

Azan maghrib saat itu bersahutan di pintu langit yang luas tak berbatas. Gelap semakin nyata menjadi dinding dunia di alam lepas. Tiga muslimah pun tetap berjalan melanjutkan perjalanan. Saat itu, kami memutuskan untuk mencari masjid atau mushola terlebih dahulu karena tidak mungkin menunda sholat maghrib. Sedikit banyak kecemasan dan ketakutan sudah mulai bermunculan dalam diri kami masing-masing. Mengingat pendakian yang berkisar selama dua jam, bahkan rombongan yang berangkat tadi pagi memerlukan waktu tiga jam, terlalu beresiko rasanya jika harus menunda sholat maghrib. Kami khawatir akan terjadi apa-apa pada kami, dalam kondisi kami belum sholat maghrib (Na’udzubillah mindzalik). Dan mungkin, inilah fitrahnya manusia, mendekat pada Dzat yang MahaPelindung. Read the rest of this entry

SEMA Pertama

Tidak banyak yang saya bisa berikan, tapi begitu banyak hal yang saya sudah dapatkan bersama kalian; pahit getir, manis dan berbagai kesan. Bersama kalian, saya juga temukan keluarga baru di sini, di Ibukota negara ini. Love you all 🙂

SEMA-2009-endangsriwahyunie SEMA-2009-endangsriwahyunie-2

%d bloggers like this: