Adil Merata

“…. . Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. …” (Q.S. 5:8)

Mungkin suatu kali kita pernah kesal terhadap tindakan ikhwan yang menurut kita (para akhwat) kurang sopan. Contoh parahnya, si ikhwan memanggil dengan panggilan yang terlalu lebay atau sok manis, kirim sms tak penting secara berlebihan, dan bahkan bertanya langsung pada kita apakah kita sedang berproses ta’aruf atau tidak. Kerap kali kita tidak nyaman dengan itu semua. Sungguh menyebalkan.

“Entah, saya yang lebay atau bagaimana. Tapi saya benar-benar kesal dengan ikhwan yang seperti itu, mbak.” Ungkap seorang akhwat.

Mungkin, kadar ketahanan diri dan kesabaran tiap akhwat (khususnya dalam merespon hal di atas) akan sangat berbeda-beda. Namun pada umumnya efek yang ada akan sama. Kesebalan yang bermuara dari hal-hal tersebut akhirnya membuat kita menghindar dan sangat sangat extra malas berkomunikasi dengan si ikhwan. Nyaris benci, bahkan. Astaghfirullah… . Dan mungkin respon ini tidak adil. Kenapa? Karena bisa jadi, si ikhwan sebenarnya berniat baik, tapi salah menyampaikan. Bisa jadi, si ikhwan memang benar-benar tidak paham bahwa yang iya lakukan itu sangat tidak sopan di mata akhwat. Ini berarti si ikhwan memang butuh dipahamkan. Dicerahkan. Oleh sang akhwat langsung? Tentu tidak! Bisa melalui perantara yang lain. Ini baru adil. Atau setidaknya, upaya untuk adil🙂.

“Ah, tapi saya terlanjur merespon dengan tidak adil hanya karena kekesalan saya, mbak. Astaghfirullah… .” Lanjut sang akhwat mencurahkan isi hatinya.

Wajar jika kekesalan pada orang lain masih sering mampir dalam benak kita. Kita juga sering memaksimalkan kekesalan kita dengan memendang orang yang membuat kita kesal dengan memandangnya rendah. Padahal belum tentu kita lebih baik darinya. Ini memang keterbatasan manusia.

Tapi, sebaik-baiknya orang bukanlah orang yang tidak pernah melakukan dosa atau khilaf sekalipun. Melainkan orang yang segera menyadari kesalahnnya dan bertaubat. Mari beristighfar, akhwat…🙂. Dan perlu selalu diingat, kepada siapa pun, umat selain muslim sekali pun, kita tidak diperbolehkan berlaku tidak adil hanya karena kebencian pribadi. Astaghfirullah. Ya Allah ajarkan hamba-hamba-Mu untuk mampu berbuat adil secara merata.

Untuk akhwat yang telah berbagi, menjadi pelajaran bagi diri sendiri dan semoga bermanfaat bagimu🙂

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on November 8, 2013, in Muslimah Talk, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: