Barangkali, tiba saatnya untuk sejenak berhenti dari “memaksakan” diri. Ketika badan mulai terasa teraniaya, ketika jiwa tak mampu lagi mengambil esensi, dan ketika pikir tak sanggup lagi memetik logika. Berhenti sejenak. Tak perlu peduli gaung dan gema yang berpantulan membicarakan. Tak perlu peduli agenda penting juga terabaikan. Karena sungguh badan telah menuntut berhenti. Tak tertawarkan! Ingat! Hanya sejenak!

Posted on November 13, 2013, in anything, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: