Keputusan itu Tetap di Tanganmu

image

Ungkapan banyak orang bahwa hidup adalah pilihan memang ternyata benar. Ada banyak jalan yang membentang seolah semuanya melambai memanggil kita untuk memilih satu diantara mereka lantas berjalan mengikuti rutenya. Jalanan-jalanan itu ibarat pilihan-pilihan dalam hidup, mulai dari pilihan menu makan, cita-cita, sikap dalam mengadapi suatu keadaan, sampai keimanan.

Semua sekmen dalam hidup menawarkan beragam pilihan. Jika kita telah mengambil satu pilihan, maka pintu skenario kehidupn pun mulai terbuka, kita berjalan sesuai rute yang ada dan kisah kehidupan manusia pun mulai nyata. Begitula hingga akhirnya, setelah memilih dan  menjalani pilihannya, maka banyak orang berkata “ya, mungkin memang harus begini jalan hidup yang saya lalui” sebagai wujud pasrah, tegar, atau bahkan modus penyesalan atas pilihannya. MahaKuasa Allah menciptakan takdir dan jalan hidup untuk milyaran manusia di dunia ini, tanpa kehabisan cerita meskipun yang terjadi di setiap orang hampir tak ada yang sama pesis.

Atas keberadaan berbagai pilihan dalm segala sekmen hidup, tugas manusia memang tak hanya sampai pad memaklumi hal tersebut, kan tetapi juga membuat keputusan sebaik-baiknya atas pilihan yang akan diambil. Kita, sebagai manusia alias makhluk sosial tentu halal untuk menyertakan orang lain sekedar berkonsultasi atau berdiskusi untuk mengambil pilihan. Boleh juga melibatkan pengalaman orangyang mungkin ditulis dalam novel, blog, atau menyebr lewat cerita lisan dan lain sebagainya dalam menentukan pilihan serupa. Namun, bagaimanapun, nantinya pilihan tetap ada di tangan kita.

Jangan khawatir meskipun memutuskan sebuah pilihan terkadang menjadi hal yang super berat lantaran banyak input eksternal yang membuat galau dan akhirnya tetap harus memutuskan sendiri. Tenang, kita tidak sesendiri itu. Ada Allah, pemilik sejati diri kita yang tak akan pernah membiarkan kita menjalani sesuatu atau mendapatkan ujian di luar batas kemampuan diri. Ada Allah yang paling mengerti kita. Dan ingatlah bahwa dalam setiap kesulitan yang kita alami, “pertolongan Allah amat dekat” (Q.S. 2:214). Yang jelas, kita tak boleh lupa untuk melibatkan Allah dalam menentukn setiap pilihan dalam hidup kita. Istikharah untuk pilihan-pilihan besar (yang mungkin sulit binti rumit diputuskan dalam sekejap), atau minimal mengucapkan “bismillah” untuk pilihan-pilihan yang relatif kecil (atau yang masih cenderung sederhana untuk diputuskan).

InsyaAllah, seberat apa pun beban kita untuk akhirnya memutuskan sebuah pilihan dalam hiduppribadi kita, jika melibatkan Allah, tak akan ada penyesalan nantinya. Sebab, kita telah bertawakal akan ketentuan Allah dalam diri kita, menerima bahwa Allah lebih mengerti apa yang terbaik untuk kita.

Untuk mencapai tingkatan tersebut pun sebelumnya ada pilihan-pilihan yang harus diputuskan. Apakah akan beriman kepada Allah hingga konsekuensinya harus menjalani  hidup dengan ibadah, atau justru akan memilih hidup tanpa Allah semau diri mengikuti kesenangan dan nafsu diri.

Wallohu a’lam bishowab. Luruskan jika salah, mohon maaf jika tak berkenan atas refleksi diri terhadap kondisi yang kini dihadapi ini.

Penghujung malam, 18 Rabiul Awal 1435 H

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on January 20, 2014, in anything, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: