Pada kau, Jiwa Tanpa Daya

Pada kau, Jiwa Tanpa Daya

Teringat satu persatu orang hebat yang hadir dalam hidupku. Mereka membuatku belajar banyak hal, termasuk bangkit dari keterpurukan sejak pertengahan 2009 lalu. Mereka semua hadir dengan kehebatan masing-masing. Dengan ketangguhan melawan hidup, dengan keberanian yang membahana, dengan tanggung jawab yang memukau, dengan kecerdasan yang mencengangkan, dengan kesistematisan yang canggih, dengan wawasan yang luas, dengan daya tahan tubuh yang bisa diandalkan, dengan daya humor yang menyegarkan, dengan kemampuan berbicara dan menginspirasi, dengan kesholehan yang menggetarkan, dengan kebaikan yang meneduhkan, dan dengan semua kehebatan lain yang tak mampu lagi aku ungkap satu-persatu. Mereka semua membuatku menyadari tentang kecilnya aku. Betapa tak berartinya aku, bukan siapa-siapanya aku. Aku. Hanya seorang plegmatis yang masih kerab lalai dari tanggung jawab, yang masih terlalu sering menilai dan mengeluh, yang masih terlalu sering malas, masih berwawasan terbatas, masih sering tak mampu mengendalikan emosi, masih sering tak mampu menjadi sosok menyenangkan bagi orang lain, masih dengan iman yang porak poranda, astaghfirullah….. Inilah yang sangat membuatku sedih. Aku sadar, aku masih kalah hebat dari orang-orang di sekitarku, tapi, aku malah masih sering menjauh dari Sang Pemilik Kehebatan, Allah Azza Wajalla. Padahal seharusnya aku justru mendekat, lebih erat, agar aku bisa menginternalisasi kehebatan orang-orang disekitarku, menjadi pribadi dengan segala kehebatan  yang baik seperti mereka. Mendekat pada-Nya agar jiwa lebih tenang, dan menerima kekurangan diri dengan sikap yang terkendali. Hai, kau, masihkah akan menjauh dari-Nya? Sampai kapan? Kau tidak bisa menjamin sampai kapan nyawamu hidup. Bergegaslah! Sekarang! Bergegas pada taubat nasukha. Memperbaiki kualitas iman dan akhlak. Bergegaslah! Pintu maaf Allah insyaAllah akan selalu terbuka lebar untuk hamba yang bersungguh memohon ampunan. Bersegeralah, wahai jiwa yang tanpa daya… .

 

Posted on April 19, 2014, in anything, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: