Entah.

 

 

kau

Lebih dari satu semester saya berusaha menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.  Entahlah, kerap kali saya merasa TIDAK MAKSIMAL.  Kerap kali pula saya merasa semua orang menilai negatif terhadap hasil kerja saya.

 

Pertama kali bertemu mereka, amanah saya, dalam-dalam saya tanamkan ribuan pikiran positif tentang mereka.  Satu-persatu saya coba pahami karakter setiapnya, menghalau segala hujatan orang lain tentang mereka.  Saya ingin membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi pribadi-pribadi yang terpuji, yang baik dalam akademiknya dan tentu akhlaknya.  Ah.  Semoga ini tidak terlalu angkuh.  Sebab, dari hari ke hari, sekuat apapun saya mencoba, para amanah seperti tetap begitu-begitu saja.  Tak ada perubahan, masih sering menjadi bahan hujatan.  Bahkan saya pun tak bisa benar-benar dekat dengan amanah saya, belum bisa menjadi yang mereka percaya.  Ibarat cinta yang tak berbalas, bertepuk sebelah tangan saja.  Memilukan rasanya.

Pemahaman ini telah utuh tentang kapasitas saya, membenarkan kemungkinan tentang tak berartinya saya mengemban amanah ini, tentang lambatnya saya mendidik mereka. Namun, sedikitpun keinginan menyerah tak ada.  Saya ingin masih terus mengusahakannya.  Entah, angkuh dan optimispun tak sanggup lagi membedakannya.  Entah!

 

 

Pic: http://3.bp.blogspot.com/

Posted on January 15, 2015, in anything, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: