Catatan Rindu (acak) Buat Kamu

Bukan mimpi, dan ia benar-benar pergi. Ia tak lagi memanggil keras namaku dengan suara khasnya ketika pulang dari sekolah. Ia tak lagi bercerita tetang banyak hal yang tengah berdesakan dalam ruang fikirnya. Ia tak lagi tinggal di sebelah kamarku dan bebas kapan saja untuk bertemu. Betapapun orang menganggap klise, namun tak dipungkiri bahwa aku ternyata merindukannya, merindukan seorang sahabat yang sekitar 1 bulan lalu memulai kehidupan barunya, tinggal bersama keluarganya di rumah barunya.

Dia, memang bukan seseorang yang telah kukenal sejak lama. Bukan pula keluarga jauh, apa lagi fans beratku. Dia, awalnya, hanyalah seorang teman yang kebetulan bertemu ketika mengikuti tes microteaching saat mendaftar di sebuah sekolah. Obrolan kami saat itu standar, sangat standar. Hanya seputar nama masing-masing, asal dan jurusan kuliah, dan beberapa teman lain yang sama-sama kami kenal atau sok kenal, (eg. dia bertanya soal Wayan teman sekelasku ketika SMA dan teman sekelasnya ketika kuliah, sedangkan aku menanyakan soal “Hasan”, cowok yang termasuk kece dari SMAnya dulu, padahal aku sama sekali tidak kenal). Dan singkat cerita kami pun sama-sama diterima bekerja di sekolah itu, mulai berkomunikasi tentang pelatihan budaya akademik sekolah (pelatbas), kos-kosan di sekitar sekolah, dan beberapa hal lain tentang sekolah. Kami lalu mencari tempat kos bersama. Hanya sekitar dalam waktu 4 jam kami pun menetapkan untuk tinggal di Asrama Restu Dewi di sekitar Jl. Kavling Raya IV.  Banyak hal terjadi, dan aku sungguh banyak belajar darinya, sahabat baru.

Banyak hal menjadi bahan rumpian kami. Banyak pula petualangan yang kami lakukan bersama (misalnya, melarikan diri dari polisi karena tidak memakai helm saat pulang dari pasar tempel Rajabasa). Dan lebih banyak lagi kebaikan yang dia lakukan untukku. Ah. Yang jelas dia selalu marah kalau aku melakukan apa-apa sendiri padahal dia bisa membantuku. Dia sering menolongku mengankut galon ketika aku membeli air minum baru. Dia juga sering mengantarku dengan Si Biru kesayangannya ke beberapa tempat.

Mungkin bisa dikatakan hal yang paling menarik🙂. Sepulang dari kegiatan study tour siswa, dia menyambutku dengan senyum ramahnya dilengkapi dengan segelas teh manis hangat yang katanya pelepas lelah. Manisnya teh dan kesan itu masih kuingat jelas sampai sekarang. Bahkan gelasnya pun belum aku kembalikan meskipun dia sudah berpindah tempat tinggal😀.

Ah iya, tentang study tour aku ingat sesuatu yang lain lagi. Malam itu, tepat 28 April 2015, aku sudah siap dengan barang-barang bawaanku untuk kurang lebih 10 hari bepergian ke 3 kota lain (Jogja-Bali-Malang). Tak sedikit, meskipun masih kalah banyak jika dibandingkan bawaan siswa atau teman-teman guru yang lain. Saat itu aku sedikit bingung apakah harus membawa barang sebanyak ini sendiri hingga ke sekolah atau bagaimana. Dan dia pun mengantarkanku. Ternyata tak mudah membawa sebuah koper, ransel, seplastik makanan dan bantal leher dengan motor. Susunan yang kami buat diawal kurang kokoh. Kami berhenti sejenak di depan kos yang suasananya cukup gelap untuk menyusun ulang barang-barang ini. Tapi, tiba-tiba ada suara yang datang dari kegelapan di pojok kos yang penuh semak-semak dan pepohonan. Kami langsung ketakutan dan otomatis menyusun sembarang barang-barang tadi. Kami jalan dan motor agak oleng. Tapi setelahnya kami tertawa. Haha. Entah mengapa hal biasa itu menjadi amat berkesan bagiku.

Satu lagi, ia membekaliku dengan makanan dan memberiku kejutan sebuah bantal leher lucu berwarna hijau. Aku suka. Aku senang. Aku sangat berterima kasih padanya untuk semua kebaikannya. Dan kini aku rindu dia.

DSCN1154

Semoga kita tetap bersahabat selamanya.

Tetaplah menjadi Arini yang baik hati, tulus, dan total. Tetaplah menjadi sahabat yang menginspirasi dengan tanggung jawabmu yang amat memukau. Tetaplah menjadi seorang anak perempuan manis yang mencintai keluarga dan selalu berusaha menjaganya. Tetaplah menjadi guru yang mengerti murid-muridmu. Tetaplah menjadi kamu, kakak beda 2 hari ^^.

Ujung Kota Bandar Lampung,

Dalam Rindu Juni 2015.

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on June 27, 2015, in anything, My World. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. I’ve been browsing online more than 4 hours
    today, yet I never found any interesting article like yours.
    It’s pretty worth enough for me. In my view, if all webmasters and bloggers
    made good content as you did, the internet will be much more useful
    than ever before.

  2. However, it is only suitable for short-term treatment of insomnia and anxiety as it has a high potential
    for dependence and addiction. http://cerrajerossitges24h.es/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: