Monthly Archives: January 2016

Gedung Sate, A Selfie Transit

image

Selfie or self potrait is actually defined as taking our picture by ourselves (without someone’s help). Nowadays most of Indonesian people are keen on this activity. But in this posting i’m not going to talk about “selfie” itself, but a place in Bandung where I visited only for doing selfie. 😀

Well, melanjutkan cerita yang kemarin saya tulis di sini.  Kami berjalan keluar (Pokoknya ke hatle-halte gitu yang ada tulisannya Bandung Juara) untuk mencari angkot arah Gedung Sate. Ya, Gedung Sate adalah salah satu aikon (icon) kota Bandung.

Gedung yang didirikan sejak tahun 1920 dan sering disebut sebagai Gedung Putihnya Bandung ini hingga saat ini masih difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung. Nama Gedung Sate sendiri diambil dari ornamen enam tusuk sate yang berada di atas menara utama gedung tersebut. Konon, enam tusuk sate ini melambangkan 6 gulden, jumlah dana yang digunakan untuk membangun gedung ini pada masanyaimage

Selain kekhasan bentuk bangunannya, tanaman-tanaman yang amat terawat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi gedung sate. Di dalam gedung ini kita bisa menemukan gamelan khas sunda, pemandangan indah yang bisa dilihat dengan teropong, dan mungkin banyak lagi lainnya. Namun untuk dapat memasuki kawasan gedung ini tentu memerlukan izin khusus. Tapi, banyak kok orang datang hanya sekedar untuk berfoto dari luar gerbangnya.

Read the rest of this entry

Advertisements

Dari Lampung ke Bandung

Jika pepatah mengatakan ada seribu jalan menuju Roma, maka tidak demikian dengan jalan menuju Bandung, apa lagi dari Lampung.  Alternatifnya hanya ada beberapa saja. Nah, posting kali ini adalah tentang cara hemat pergi ke Bandung dari Lampung, jika readers semua sedang dalam kondisi kanker alias kantong kering namun memiliki waktu senggang atau tidak buru-buru.

 

Well, tanpa rencana panjang, singkat cerita tanggal 29 Desember sekitar pukul 20:30 kangmas suami dan saya berangkat dari rumah ke Rajabasa. Niatnya akan naik angkot biru jurusan Rajabasa-Tanjung Karang yang memang sering singgah di jalan Pramuka. Namun, keberuntungan sedang tidak berpihak pada kami malam itu. Sebentar kami menunggu, si angkot tak juga datang. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu angkot sambil berjalan kaki saja. Yup, akhirnya kami berjalan kaki dari Jalan Kavling Raya Pramuka sampai terminal Rajabasa. Tentu lumayan jauh dan melelahkan. Tapi cinta mampu menyirnakan kelelahan itu #Tsaaaahhhh haha. Read the rest of this entry

Sayang, Terima Kasih … .

Hari ini, lima bulan yang lalu, kau datang ke rumah orang tuaku dengan segala kemantapan hati dan niat yang begitu tulus untuk menjadikanku halal bagimu. Sembilan nol-nol waktu Indonesia Barat pun semuanya menjadi tak biasa. Jantungku memaksakan degup yang lebih kencang dari sewajarnya. Perasaanku bercampur antara bahagia dan rasa-rasa tak jelas lainnya. Sambutan demi sambutan sebagai bagian dari prosesi yang satu persatu usai membuatku semakin tanpa kendali memadukan rasa di dada.

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: