Dari Lampung ke Bandung

Jika pepatah mengatakan ada seribu jalan menuju Roma, maka tidak demikian dengan jalan menuju Bandung, apa lagi dari Lampung.  Alternatifnya hanya ada beberapa saja. Nah, posting kali ini adalah tentang cara hemat pergi ke Bandung dari Lampung, jika readers semua sedang dalam kondisi kanker alias kantong kering namun memiliki waktu senggang atau tidak buru-buru.

 

Well, tanpa rencana panjang, singkat cerita tanggal 29 Desember sekitar pukul 20:30 kangmas suami dan saya berangkat dari rumah ke Rajabasa. Niatnya akan naik angkot biru jurusan Rajabasa-Tanjung Karang yang memang sering singgah di jalan Pramuka. Namun, keberuntungan sedang tidak berpihak pada kami malam itu. Sebentar kami menunggu, si angkot tak juga datang. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu angkot sambil berjalan kaki saja. Yup, akhirnya kami berjalan kaki dari Jalan Kavling Raya Pramuka sampai terminal Rajabasa. Tentu lumayan jauh dan melelahkan. Tapi cinta mampu menyirnakan kelelahan itu #Tsaaaahhhh haha.

 

Sekitar pukul 21:30 bus Rajabasa-Bakauheuni yang kami tumpangi mulai berjalan. Ternyata ongkosnya sudah naik dari Rp 25.000 dan sekarang Rp 30.000. Tak apalah. Untungnya ongkos angkot dari Pramuka ke terminal Rajabasa bisa dialokasikan ke ongkos bis (gaya emak-emak hemat Hihihi). Sepanjang perjalanan tentu saja saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa lantaran pertama kali melakukan perjalanan jauh bersama kekasih halal.

 

Hampir jam 12 malam kami tiba di Pelabuhan Bakauheuni. Sudah banyak yang berubah dari pelabuhan ini setelah sekitar 1 tahun tidak kesini. Gedungnya lebih mewah, tiketnya lebih bagus, dan yang pasti harga tiketnya juga lebih mahal. Dulu terakhir nyebrang tiketnya masih sekitar Rp 13.000 dan sekarang sudah Rp 14.500.

Di kapal, kami tidak menemukan ruang ber-AC. Akhirnya bersabar-sabar diserang peluh akibat kepanasan. Kondisi sangat tidak kondusif untuk melanjutkan tidur malam itu. Sampai akhirnya sekitar pukul 3.30 pagi kami tiba di Pelabuhan Merak. Kami berhenti di masjid pelabuhan untuk salat malam dan sekalian menunggu subuh.

 

Ba’da subuh, setelah persiapan dirasa cukup, kami lanjutkan perjalanan menuju Bandung. Nah, pokoknya, dari Merak, kita bisa langsung naik bus jurusan Merak-Leuwi Panjang. Harga tiketnya memang lumayan mahal, Rp 90.000, tapi suasananya kece badai kok. Nyaman banget. Sebenarnya ada beberapa pilihan bis dengan tujuan yang sama. Tapi kali itu kami pilih yang sudah akan jalan, nama armadanya Laju Prima, fisik mobilnya masih kinclong.

 

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan sepanjang perjalanan dengan bis dari Merak ke Bandung via Tol Cipularang karena saya balas dendam kurang tidur semalaman. Jadilah saya tidur sepanjang jalan dan hanya terbangun ketika perut menendang-nendang (read: lapar).

Sekitar pukul 10:30 kami tiba di Terminal Leuwi Panjang, Bandung. “Yups, hon, we are in Bandung now!”. Dari terminal Leuwi Panjang, bisa nyambung perjalanan dengan angkutan lainnya.

 

Nah, meskipun tidak ada seribu jalan menuju Bandung, tapi dari Lampung cukup mudah kan untuk sampai ke Bandung jalur darat dan laut? Cobain deh.

 

Bonus info nih, buat kamu yang emang murni backpacker-an dan gak pengen ngerusuh sodara atau temen buat numpang mandi, kamu bisa ngikutin jejak kami. Dari Leuwi Panjang naik aja Damri ke arah Dago. Damrinya udah bagus kok, setara TransJakarta gitu. Taripnya juga udah gak 2000 lagi, sekarang 5000. Nah, bilang aja sama mamang kondekturnya mau berhenti di Salman ITB. Iya, salah satu masjid kece buat kalangan mahasiswa. Kita bisa mandi di kamar mandinya. Tapi diem-diem aja ya… jangan rame-rame. Mandinya juga yang ala cepet aja. Kamar mandinya nggak banyak, kasihan kalau yang mau pipis harus nunggu kita mandi lama-lama. Nah, selesai mandi, bisa deh lanjut jalan-jalan keliling kota Bandung….🙂

About Endang Sriwahyuni

a long life learner, an educator, a writer, and a dreamer.

Posted on January 11, 2016, in Creative, travel story. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. This post made me so envy. I have planned many times to visit Bandung, but it seems just a planning. If I visit Bandung, my destination will be Lembang and Tangkuban Perahu. Those places really attract me so much as I am keen on nature.

  2. Mu hubby and I also forced ourselves to make it in previous last year. It’s only in 3 days including the way to and back home. Haha. Just keep the plan first mbak… who knows later you two have the right time to make it happen😀

  1. Pingback: Gedung Sate, A Selfie Transit | Step to Improve Better

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: