Gedung Sate, A Selfie Transit

image

Selfie or self potrait is actually defined as taking our picture by ourselves (without someone’s help). Nowadays most of Indonesian people are keen on this activity. But in this posting i’m not going to talk about “selfie” itself, but a place in Bandung where I visited only for doing selfie.­čśÇ

Well, melanjutkan cerita yang kemarin saya tulis di sini.  Kami berjalan keluar (Pokoknya ke hatle-halte gitu yang ada tulisannya Bandung Juara) untuk mencari angkot arah Gedung Sate. Ya, Gedung Sate adalah salah satu aikon (icon) kota Bandung.

Gedung yang didirikan sejak tahun 1920 dan sering disebut sebagai Gedung Putihnya Bandung ini hingga saat ini masih difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung. Nama Gedung Sate sendiri diambil dari ornamen enam tusuk sate yang berada di atas menara utama gedung tersebut. Konon, enam tusuk sate ini melambangkan 6 gulden, jumlah dana yang digunakan untuk membangun gedung ini pada masanyaimage

Selain kekhasan bentuk bangunannya, tanaman-tanaman yang amat terawat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi gedung sate. Di dalam gedung ini kita bisa menemukan gamelan khas sunda, pemandangan indah yang bisa dilihat dengan teropong, dan mungkin banyak lagi lainnya. Namun untuk dapat memasuki kawasan gedung ini tentu memerlukan izin khusus. Tapi, banyak kok orang datang hanya sekedar untuk berfoto dari luar gerbangnya.

Gedung Sate buat kami, suami dan saya, adalah sebuat selfie transit. Sekali naik angkot, sekitar 5 menitan dari ITB, kami sudah sampai di gedung ini. Dan yang kami hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja, sekedar transit, itupun untuk foto­čśÇ.

Uniknya adalah, kami tidak bisa sembarang foto. Istilah antri juga berlaku di sini. Ada banyak orang yang juga ingin berfoto di satu spot paling strategis dengan view Gedung Sate secara keseluruhan dan tulisan tegak “GEDUNG SATE” warna kuning emas di taman depan gerbang. Selain anti, kita juga harus mengaplikasikan sikap tau diri. Hehe. Maksudnya, kita tidak boleh berlama-lama mengambil foto di spot ini, karena banyak juga orang lain yang sedang mengantri.

 Nah, ada banyak tipe transitor selfie di sini, ada yang couple, ada rombongan keluarga, rombongan teman main, rombongan teman ngaji, rombongan ank gaul, dll. Buat readers yang transit di sini untuk foto bersama pasangannya (bukan selfie), bisa loh barter jasa dengan pasangan yang lain untuk saling mengambilkan foto, hehe.

“Bandung itu unik, ya. Gedung gini aja bisa jadi tempat wisata. cuma foto-foto pula. Hmmm. Trus, dari tadi security yang kita temuin juga ramah-ramah banget, ya.” Ujar suami saya sebelum berpindah ke tujuan selanjutnya.

Posted on January 12, 2016, in Creative, My World, travel story. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: