Lusuh

Biarkan kuberteriak tanpa harus kau dengar.

Biarkan ku berlari tanpa harus kau tau kemana jejak menuju.

Biarkan ku menjadi diri yang tak pernah akan peduli pada terik maupun dingin.

Tapi, sebelum dunia ini berakhir,

jangan biarkan aku tetap menjadi kerdil dalam kuasa langit yang kini tak lagi bersahabat denganku.

Yang kini menyeranai petir menyambar dan menyapa tepian fakta kegersangan pojok yg lusuh,

yang tak lagi tersenyum ketika pagi menjelang dan siang berganti.

sepatu lusuh

Advertisements

Posted on August 29, 2017, in Creative, Fiction, My World. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: