Blog Archives

Para Pendaki Malam (Part 1)

decision3

           Belakangan, mesin pembuat keputusanku seperti ogah-ogahan bekerja. Ia kalap dengan ribuan kerjaan berturut yang berat. Berat masing-masing keputusan yang harus diproduksi kira-kira seberat besi yang harus diangkat oleh sang lifter asal Lampung (Eko Yuli Irawan) yang berhasil meraih perunggu di Olimpiade London 2012 lalu. Hehe.. itu jelas ngasal. Tapi, keputusan-keputusan berat dan sulit memang harus aku buat dan tidak boleh ngasal. Apa dapat dikata. Sesulit apa pun, tak mungkin aku menolak untuk membuat keputusan. Sudah merupakan konsekuensi manusia jika harus selalu memilih dan memutuskan.

Sebenarnya, bobot pertimbangan setiap hal yang harus diputuskan mungkin tak akan terlalu berat jika masalah dompet dan ATM tidak ikut-ikutan. Biasa…, lugasnya ini soal uang. Lebih jujurnya, ruang-ruang dompet sudah mulai hampa tanpa asupan uang dan nilai 0 di ATM tak juga kunjung pecah. Singkatnya, uang di dompet sudah nyaris habis dan uang beasiswa (living allowance)  bulan ini belum dikirimkan. Haha… ribet, ya? Intinya, sih,bingung, ga punya uang. Padahal banyak keputusan penting yang harus dibuat yang hanya bisa diiyakan jika punya uang.  Read the rest of this entry

Advertisements
%d bloggers like this: