Blog Archives

Catatan Seorang Introvert, Intrapersonal


Paham betul bagaimana para sosial menyoal,
bagaimana masyarakat berpendapat,
bahwa supel adalah yang paling super.
Dan aku tidak.

Sejenisku mungkin yang tak baik bagi mereka, egois, individualis.
Sejenisku, yang tak mampu lebih baik dalam berkarya bersama orang,
mungkin adalah sisi kehidupan gelap yang merepotkan, menyebalkan.

Mereka bilang aku introvert!
Mereka hakimi aku intrapersonal.
Mereka mencaci tanpa devinisi.
Mereka menilai tanpa rubrik yang pasti.
Bahkan tak mampu jelaskan beda dari keduanya.

Mereka menuntuktu berubah,
Tapi tak pernah pandang ubah atau belumkah.
Tapi tak pernah tau bahwa seni sebuah perubahan
Tak sesederhana membalikkan telapak tangan dari menutup lantas membuka. Read the rest of this entry

Advertisements
%d bloggers like this: